Search This Blog

Monday, March 16, 2009

Arsip Tulisan: Maulid di Kedutaan Malaysia di Jakarta


Maulid Nabi Muhammad SAW di Kedutaan Malaysia
Tamu Utamanya Seorang Lurah



Jakarta – Minggu (15/3) pagi , halaman Kedutaan Malaysia di kawasan kuningan sudah dipenuhi para undangan. Ada beberapa spanduk yang terlihat di sana. Di antaranya berbunyi “Perpaduan Asas Kekuatan Ummah”, “Bersama Hayati Keindahan Islam dalam Kehidupan”, “Menjana Ummah yang Cemerlang, Gemilang dan Terbilang.”
Rupanya, hari itu Kedutaan punya hajatan menggelar Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Duta Besar Malaysia Dato’ Zainal Abidin Muhammad Zain yang mengenakan busana tradisional Malaysia, menyambut yang datang ke sana dengan wajah penuh senyum. Balon warna-warni dilepas Dubes untuk mengawali acara tersebut. Ia lalu berkeliling gedung kedutaan sambil membacakan salawat diikuti ratusan anak pesantren dan tamu undangan.
Seluruh pejabat kedutaan beserta keluarganya mengenakan pakaian tradisional Malaysia. Pria mengenakan setelan celana panjang dan kemeja berwarna senada dengan kain sarung terlilit di pinggang hingga mencapai lutut lengkap dengan kopiahnya. Sedangkan wanita mengenakan baju kurung berwarna cerah, berbunga-bunga lengkap dengan kerudung khas Malaysia.
Dalam sambutannya Dubes Zainal menyatakan harapannya agar persaudaraan dalam Islam bisa mengeratkan hubungan kedua negara. Harapan tersebut juga diungkap dalam doa yang dipanjatkan Atase Agama Kedubes Malaysia Ustadz Tuanku Ismail.
Tak seperti resepsi-resepsi diplomatik lainnya, tak ada wajah-wajah menonjol di sana. Tak ada tokoh politik atau pun tak ada tokoh diplomati asing. Dalam perayaan kali ini, Kedutaan memang tidak mengundang tokoh-tokoh publik. Mereka justru mendekatkan diri dengan warga di sekitar kedutaan dan tamu utamanya adalah Lurah Karet Kuningan, Maulani. Di depan Dubes dan tamu di sana, maulani menyatakan belum pernah ke Malaysia. Namun, sejak kecil ia telah mengenal Malaysia lewat lagu seperti “Semalam di Malaysia”. Tanpa sungkan, Maulani pun menyanyi singkat “Aku pulang, dari rantau bertahun-tahun di negeri orang...”
Mendengar bahwa lurah tempat kedutaannya belum pernah ke Malaysia. Dubes Zainal pun menawarkan undangan. “Insya Allah kita akan mengusahakan Pak Lurah untuk bisa melawat ke Malaysia,” kata Dubes kepada SH.
Pilihan Kedutaan Malaysia untuk mengundang masyarakat sekitar dipuji KH Syafii Mufid dalam ceramahnya. Ia menyatakan Kedutaan Malaysia telah memberi contoh nyata dalam meneladani Nabi Muhammad dengan mengundang masyarakat di sekitarnya.
“Hal serupa tidak pernah dilakukan kedutaan-kedutaan negara Islam lain di Jakarta, seperti Arab Saudi misalnya,” kata Syafii.
Dalam ceramahnya, dia menegaskan kecintaan pada nabi harus diwujudkan dengan meneladani sikapnya. “Semangat cinta pada Nabi Muhammad harus diwujudkan dengan membangun Islam yang Rahmatil Alamin, Islam yang Hadhari, Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan perdamaian,” katanya.
(natalia santi)

diterbitkan di Sinar Harapan, Senin 16 Maret 2009

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0903/16/lua03.html


No comments: